Menyusui adalah proses alamiah, namun tidak selalu mudah bagi ibu baru. Dengan persiapan dan teknik yang benar, menyusui bisa menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi ibu dan bayi.
Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Segera setelah lahir, letakkan bayi di dada ibu untuk skin-to-skin contact minimal 1 jam. IMD membantu menstimulasi produksi ASI dan mempererat bonding ibu-bayi.
Posisi Menyusui yang Benar
Posisi cradle (menggendong biasa), cross-cradle, football hold (untuk ibu pasca caesar), atau berbaring miring. Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi lurus.
Teknik Perlekatan (Latch On) yang Benar
Mulut bayi terbuka lebar, dagu menempel payudara, bibir bawah terlipat keluar, areola lebih banyak masuk ke mulut bayi di sisi bawah. Perlekatan yang benar mencegah nyeri dan lecet.
Frekuensi Menyusui
Menyusui on-demand — setiap bayi menunjukkan tanda lapar (mencari-cari, memasukkan tangan ke mulut). Biasanya 8-12 kali dalam 24 jam untuk bayi baru lahir.
Meningkatkan Produksi ASI
Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum minimal 3 liter air per hari, istirahat cukup, kelola stres, dan sering menyusui atau pumping. Kelor, katuk, dan fenugreek dikenal sebagai booster ASI alami.
Kapan Harus Konsultasi?
Bila puting lecet parah, mastitis, bayi tidak mau menyusu, berat badan bayi tidak naik, atau ibu merasa kewalahan. Konselor laktasi dapat membantu.
Konsultasi laktasi gratis tersedia di RSIA Cempaka Putih Permata untuk membantu ibu baru sukses menyusui.
Buat Janji Sekarang
